Penerapan SEO Dalam Menulis Artikel

Kita akan memulai penerapan SEO dalam menulis artikel. Menyesuaikan dengan teknologi semantic dan pelacakan mesin pencari terhadap pengalaman pengguna. Artikel yang seimbang, bernilai di mesin pencari sekaligus bagi pembaca.

Sasaran kita adalah page one SERP, dan berharap terus menanjak menjadi teratas di hasil pencarian dengan penerapan SEO dalam menulis artikel.

Penerapan SEO dalam menulis artikel

Menulis artikel adalah mayoritas sebagai pilihan untuk konten web. Sebuah artikel dapat menjaring lebih banyak search term dibanding jenis konten lain yang bukan berbentuk tulisan.

Jika dibandingkan dengan konten seperti vidio dan audio, jenis konten berbentuk tulisan mendalam memang pilihan yang cukup lebih mudah. Namun tetap butuh optimasi yang tepat. Itulah kenapa penerapan SEO dalam menulis artikel menjadi penting.

Namun… Beberapa hal juga harus di hindari dalam penerapan SEO dalam menulis artikel

Beberapa penulis artikel kadang terlalu fokus pada SEO untuk konten, mereka memaksakan keyword density dan cara penulisannya khusus untuk menjaring kata kunci tertentu. Imbasnya… tulisan menjadi tidak manusiawi.

Keseimbangan, penerapan SEO dalam menulis artikel harus mementingkan pula kenyamanan pembaca. Tak hanya fokus ke cara kerja robot internet.

Untuk teknologi sekarang, artikel yang hanya berfokus pada mesin justru lebih berpotensi diabaikan mesin pencari. Waktu yang digunakan pengunjung untuk membaca menjadi perhitungan oleh Google dan mesin pencari lain.

Pengalaman pengguna memiliki arti bagi mesin pencari. Teknologi mesin pencari semakin modern dengan kecanggihan yang menerapkan sikap manusia. Inilah pertimbangan penerapan SEO dalam menulis artikel.

Sehingga cara menulis artikel juga mesti mengikuti pola ini. Mesin pencari melakukan perekaman aktifitas dan sikap pengguna untuk menilai sebuah konten di halaman web. Selain itu pengaruh dari luar halaman website itu sendiri dapat mendongkrak rating menjadi semakin baik.

Memokecil membuat pembagian untuk catatan penerapan SEO dalam menulis artikel Click To Tweet

Mulailah tulisan dengan membuat konsep

 

Penerapan SEO dalam menulis artikel sebaiknya dimulai dengan konsep. Seberapa awam pun seseorang dalam aktifitas tulis menulis apabila memulai dengan konsep hasilnya menjadi lebih baik dan memudahkan dalam pelaksanaan.

Pencarian tema spesifik untuk artikel

Artikel yang akan dibuat tentu sudah memiliki tema berdasar niche, namun itu masih belum fokus. Kita butuh penentuan pokok bahasan yang lebih spesifik setiap menulis artikel.

Tema seperti apa yang akan diangkat sebenarnya bebas selama masih dalam koridor niche. Namun untuk mengoptimalkannya, kita butuh tema yang memang memiliki nilai pencarian. Dalam arti kata, apa yang akan ditulis memiliki peminat, memastikan bahwa pokok bahasan tersebut ada yang mencarinya di internet melalui mesin pencari.

Untuk ini akan membutuhkan sedikit riset.

Riset dapat menggunakan layanan Google Trend, Google Keyword Planner atau tool lain sejenis.

Penerapan SEO dalam menulis artikel memang membutuhkan riset. Dan kemudian pengembangan hasil riset. Dan sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Tidak juga mudah tentunya.

Pengembangan dari riset untuk memastikan opsi lain yang bernilai dapat juga menggunakan saran penelusuran di halaman hasil penelusuran Google ( Google SERP ).

Konsep menulis dibentuk melalui brainstorming

Ini adalah semacam olah raga untuk kemampuan otak guna mendapatkan referensi dan melahirkan ide tulisan.

Brainstorming umumnya dengan mengumpulkan informasi, dapat dengan membaca, mengikuti perbincangan di forum dan grup. Juga tidak tertutup kemungkinan melalui televisi atau menyerap informasi dari lingkungan.

Paling mudah kita melihat kepada masalah dan mencarikan jalan keluar untuk itu. Menjadikannya bahan tulisan.

Dengan mendapatkan ide dan referensi kerangka tulisan dapat dibuat dengan lebih mudah. Disebut outline. Outline dapat berupa gambaran garis besar point-point yang akan diulas, tidak harus terperinci. Outline inilah yang akan dikembangkan

Pembuatan konsep dan penentuan tema yang spesifik dapat sejalan.

Apakah ini SEO?

Jawabnya: Ya.

Menerapkan SEO dalam menulis artikel harus dimulai dengan mencari tahu kata kunci yang memang memiliki nilai. Ada orang yang mencari artikel seperti yang kita buat di internet.

Dan dalam hal lain akan ada persaingan.

Nilai yang besar untuk kata kunci yang ‘berarti’ akan banyak dicari orang-orang melalui mesin pencari internet. Para pemilik situs web akan mengejar kata kunci dan bahasan seperti ini, untuk mendatangkan banyak pengguna internet ke situs mereka melalui mesin pencari.

Untuk pemula sangat disarankan menghindari persaingan yang ketat, karena bersaing dengan situs-situs besar kenamaan hanya memberi celah kecil untuk menyalip laju mereka.

Alternatif dari banyak pakar SEO adalah merintis dengan persaingan kelas menengah.

Persaingan kelas menengah umumnya ditemukan pada turunan pencarian.

Sebuah analogi:

Mobil, karena bersifat umum kata mobil akan memiliki persaingan yang besar. Turunannya dapat menggunakan kata mobil jenis tertentu, seperti mobil pickup.

Orang yang mencari ‘mobil’ tentu jauh lebih banyak dibanding dengan orang yang mencari secara khusus ‘mobil pickup’. Jika diturunkan lagi menjadi mobil pickup merek tertentu, nilai  persaingannya juga akan terpecah lagi menjadi lebih kecil.

Pola seperti ini adalah saran yang diberikan oleh pakar SEO untuk website yang sedang berkembang agar mendapat tempat di mesin pencari.

Dalam kata kunci disebut juga longtail keyword. Kata kunci yang lebih panjang dan menjadi spesifik.

Catatan lainnya tentang SEO:

Ide dan referensi ditulis secara alami

Untuk memulai sebuah konsep diawali dengan pertimbangan SEO. Selanjutnya harus sedikit lepas dari itu.

Berhenti mempertimbangkan SEO saat mengembangkan tulisan. Ini dapat menghalangi flow dan menghasilkan stuck. Ide dalam mengembangkan tulisan bisa terhambat.

Pikiran menjadi bercabang dalam pengembangan dan berpotensi tulisan tidak lagi mengalir dengan semestinya. Bahkan mesti dihindari untuk melakukan terlalu banyak perbaikan kesalahan typografi.

Dalam kepenulisan (bukan hanya kepenulisan online), saran yang diberikan oleh banyak penulis terkenal adalah biarkan ide mengalir selagi dia mengalir dengan baik. Abaikan hal-hal lainnya.

Tidak usah memikirkan SEO, kesalahan penulisan, ejaan, mau pun style HTML dan editing. Menulis adalah menulis, menyalin semua ide yang ada dalam kepala, biarkan ia mengalir. Ada tahap lain untuk pembenahan.

Yang terpenting adalah memberikan alur yang sistematis, itulah guna outline atau konsep. Untuk menghindari terjadinya pengembangan yang terlalu jauh sampai keluar dari point utamanya. Diistilahkan out of topic (OOT).

Outline yang sudah dimiliki adalah bentuk garis pinggir. Bagaimanapun kita memberi warna, gaya dan penekanan, semestinya tulisan tidak keluar dari garis tepi tadi.

Proses ini memang mengesampingkan SEO, meski kita sedang membahas penerapan SEO dalam menulis artikel. Namun SEO akan kita terapkan dalam proses editing.

Penerapan SEO dalam menulis artikel saat melakukan penyuntingan

Ketika melakukan edit kita akan kembali dengan SEO. Pada tahap awal kita semestinya sudah memiliki target kata kunci untuk artikel yang telah dibuat. Target ini adalah sebuah harapan, dengan kata kunci seperti apa artikel akan muncul di halaman hasil pencarian.

Masukkan penargetan keyword

Target kata kunci bisa saja beberapa. Tapi tidak dituntut terlalu banyak untuk fokus keyword. Bahkan dalam beberapa target kata kunci semestinya memiliki keterkaitan.

Target kata kunci harus diprioritaskan, agar mesin pencari mengerti bahwa dengan kata kunci itulah artikel akan ditampilkan di halaman hasil pencarian. Selain itu penggunaan kata-kata yang berkaitan akan meningkatkan kesesuaiannya.

 

Perkuat keyword dengan latensi

Terdapat istilah latensi. Kita akan mencari kata yang memiliki kesamaan makna, memiliki koherensi, turunan kata kunci atau beragam hal lain yang dapat mendukung kata kunci.

Pilihan kata tersebut akan membuat kata kunci menjadi lebih kental. Ini adalah pengganti metode lama yang mengulang kata-kata sama di dalam artikel hingga jumlah tertentu dalam persentase. Disebut Keyword Density.

Keyword density yang dipaksakan dengan persentase tinggi akan membuat terlihatnya kejanggalan yang mencolok dalam tulisan. Hey, yang membaca tulisan adalah manusia, kenapa mesti kepentingan mesin pencari yang diutamakan?

Keyword density masih dianjurkan oleh beberapa tool SEO. Seperti YOAST SEO TOOL yang memberikan peringatan bila jumlah pengulangan kata tidak mencapai persentase minimun.

Namun…

Pertimbangan untuk keyword density adalah melakukan pengulangan kata kunci yang sama pada keadaan yang semestinya, jika keyword density tidak terpenuhi, disarankan untuk tidak memaksakannya. Latensi akan menutupi minimnya keyword density dan memperkuat kata kunci yang ditargetkan.

Letakkan target kata kunci di lokasi strategis

Terdapat tempat-tempat strategis untuk menempatkan kata kunci, ini lebih memudahkan mesin pencari mengerti tentang apa artikel tersebut dan bagaimana artikel itu akan ditempatkan di halaman hasil pencarian (SERP).

 

Judul harus mengandung kata kunci.

Selain judul untuk memancing minat calon pembaca melakukan klik dan membuka artikel, mesin pencari membaca judul untuk mengklasifikasikan artikel. Ini penting sekali dipertimbangkan untuk penerapan SEO dalam menulis artikel.

Meta deskripsi harus berisi kata kunci pada kalimat pertamanya.

Sebagai bagian kedua setelah judul yang akan merayu calon pengunjung melakukan klik menuju artikel, mesin pencari juga menjadikan isi di dalam meta deskripsi sebagai petunjuk mengenai isi artikel keseluruhan. Khususnya kalimat pertama, besar pengaruhnya untuk penerapan SEO dalam menulis artikel.

Paragraf awal sangat baik untuk meletakkan kata kunci.

Didukung pula latensi pada bagian lain di paragraf awal. Paragraf awal bisa saja menentukan bagi pembaca untuk terus membaca atau berhenti dan meninggalkan halaman.

Dan mesin pencari pun mellihat kata-kata untuk mendeskripsikan sebuah artikel melalui paragraf pertamanya. Untuk selanjutnya mencari kaitan ke seluruh artikel.

Membuat heading dengan kata kunci di dalamnya.

Setidaknya, terdapat satu kali meletakkan kata kunci di dalam heading bila artikel menggunakan heading. Dan kenyataannya, keberadaan heading di dalam artikel lebih disenangi mesin pencari.

Mengenai heading bisa kita lihat bagaimana trend dalam kepenulisan onlline akhir-akhir ini semakin didominasi oleh jenis listicle. Dan beberapa situs tutorial yang beruntung akan mendapat tampilan listing di hasil pencarian Google dengan snippet berupa list heading yang ada di artikel tersebut.

Dan satu hal yang  sulit untuk dijelaskan mengenai heading untuk jenis tulisan listicle: Bahwa jumlah heading ganjil lebih banyak muncul di hasil pencarian, berikut juga jumlah heading tujuh. Sampai sekarang Memokecil belum mendapatkan jawaban dan penjelasan menganai ini. (silahkan beri masukan untuk ini pada kolom komentar di bawah).

Penempatan Media Pendukung

 

Sebuah artikel tak cukup hanya tulisan saja. Penulis perlu memberikan media pendukung. Gambar penunjang, infografis, vidio dan file suara. Paling tidak terdapat gambar dalam artikel untuk menunjang.

Sebuah gambar dapat memberi arti yang besar. Sebuah gambar dapat mewakili ribuan kata, meski sepotong kalimat dapat merubah persepsi untuk gambar. Selain gambar menarik bagi pembaca, terdapat kesempatan meletakkan kata kunci pada atributnya. Khusus sekali tag untuk teks alternatif gambar tersebut.

Lihat juga bagaimana mengatur gambar untuk optimasi penuh posting blog: Gambar Untuk Posting Blog – Penunjang Optimasi

Menempatkan link dalam artikel dengan semestinya

Sebuah artikel baik sekali memberi kaitan dengan link menuju halaman website yang senada, membahas hal yang sama.

Outbound Link

Tool SEO yang digunakan pada Memokecil selalu memberikan peringatan ketika akan mempublish sebuah artikel tanpa outbound link, setidaknya satu link ke sumber yang sesuai. Paling baik untuk Outbound link, selain menuju ke halaman yang sesuai juga halaman dengan bahasa yang sama.

Jangan khawatir untuk memberikan backlink ke situs lain dengan outbound, justru ini disarankan, sangat, dengan catatan harus menuju ke halaman dengan topik yang sesuai.

Atribut untuk link keluar dapat ditulis dengan tag atribut target ‘_blank’.

Berikanlah rel ‘nofollow’ alternatif lain adalah ‘noopener’ syarat ketika menggunakan ‘noopener’ untuk link menuju keluar adalah dipakai bersama dengan ‘_blank’.

Penting sekali untuk tidak menuliskan anchor (jangkar tautan/ kata/ label untuk tautan) persis dengan target kata kunci. Gunakan kata-kata lain.

Internal link

Intenal linking harus ada pada artikel, kecuali artikel-artikel awal di website/ blog. Internal link akan memberikan andil yang cukup besar untuk penyebaran ke masing-masing halaman posting.

Robot mesin pencari akan lebih mudah menjelajah website dengan adanya internal link dalam artikel.

Internal link cukup leluasa menuliskan tag atributnya, gunakan link rel ‘dofollow’.

Jika menggunakan ‘noopener’ untuk link internal maka jangan gunakan target ‘_blank’. Atau jika menggunakan target ‘_blank’ pastikan tidak terdapat rel ‘noopener’.

Dan mengingat bahwa algoritma Fred mesin pencari dapat mengenali koherensi dalam internal linking. Diharapkan memberikan internal link yang memang benar-benar relevan. Untuk post yang tidak dalam area bahasan sejalan kurangi melakukan penautan dalam artikel.

Jumlah kata akan mempengaruhi

Jumlah kata dalam artikel akan sangat mempengaruhi. Bukan mesin yang akan memperhitungkan lenght sebuah artikel. Tapi pengguna, dan mesin mempertimbangkan itu.

Jika lebih dari 300 kata saja sudah berhasil mendapat tempat di mesin pencari orang-orang tidak akan berlomba menulis artikel panjang dan mendalam. Mereka bisa saja memecah artikel panjangnya menjadi beberapa artikel pendek dan mendapat banyak halaman terindex, bukan?

Ini adalah mengenai persaingan.

Mesin pencari Google bersaing dengan banyak mesin pencari: Yakni Yandex, Gabungan Yahoo dan Bing, juga mesin pencari lain. Ini adalah bisnis besar.

Perusahaan mesin pencari akan berusaha merujuk pengguna ke halaman yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Mereka ingin mempertahankan penggunanya, selalu berusaha mendapat kepercayaan pengguna terhadap layanan mereka.

Sebuah artikel yang panjang sekaligus dengan isi yang berkualitas akan membuat pembaca lebih lama berada di halaman website, durasi pengguna di sebuah halaman website akan direkam/ dicatat oleh pelacak mesin pencari.

Semakin lama durasi pembaca di halaman website tertentu akan meningkatkan nilainya.

Mesin pencari akan lebih merujuk pengguna ke halaman yang paling mungkin disenangi. Dengan sendirinya mesin pencari tersebut mendapat citra sebagai mesin yang canggih, sekalipun informasi yang akan didapat pengguna tersedia dan dibuat oleh pihak lain.

Tanpa adanya Blogger apalah artinya mesin pencari. Click To Tweet

Anda mungkin pernah menemukan kalimat tersebut, kurang lebihnya keadaan memang hampir seperti itu.

Sehingga mesin pencari membutuhkan halaman-halaman website yang hebat dengan layanan maupun informasi yang benar-benar dibutuhkan pencarinya. Halaman seperti itulah yang akan ditempatkan di posisi baik. Dan orang-orang berdatangan.

Ini adalah sinergi antara mesin pencari dan webmaster/ pemilik website.

Jadi kesimpulan di point ini, jika memungkinkan untuk menulis artikel berkualitas, lengkap, dan penargetannya sesuai, lambat laun akan mendapat tempat yang baik di halaman hasil pencarian. Karena mesin pencari membutuhkan halaman website seperti ini.

Dalam hal ini juga, konten-konten jenis artikel pendek/ tipis tetap sangat mungkin mendapatkan tempat. Hanya saja mereka yang membuat artikel pendek mempunyai tantangan yang lebih berat untuk optimasi atau metode khusus yang tidak mudah dijalani umum.

Artikel-artikel pendek adalah pekerjaan seorang ahli, pemula harus memulai dengan artikel panjang dan mendalam. Click To Tweet

Menulis artikel pendek lalu menempatkannya di halaman pertama hasil pencarian dengan search term berpesaing tinggi bukanlah pekerjaan seorang pemula. Lakukan itu jika Anda seorang pakar SEO dan copywriting. Ini akan membutuhkan metode tingkat lanjut. Bagi pemula disarankan menulis artikel lebih lengkap untuk mendapat ruang dan menyisip dalam persaingan.

 

***

Penerapan SEO dalam menulis artikel

SEO adalah pokok bahasan yang panjang berkesinambungan. Apa yang tertulis pada catatan penerapan SEO dalam menulis artikel kali ini hanyalah berupa rintisan singkat dari sedikit point berdasar pengalaman dan saran yang didapatkan dari grub dan forum-forum marketing.

Silahkan memberi saran tambahan di kolom komentar untuk catatan penerapan SEO dalam menulis artikel ini. (mk/end)



BIla catatan merupakan artikel panjang, silahkan menggunakan menu paginasi halaman yang tersedia di bagian bawah kolom text reader ini guna mengakses part selanjutnya




9 Balasan kepada “Penerapan SEO Dalam Menulis Artikel”


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *