Konten Pilar – Strategi SEO Konten Terorganisir

Strategi SEO terorganisir dengan membuat konten pilar — cornerstone content. Konten utama. Mereka menyebutnya sebuah metode SEO yang cukup ampuh dalam pengoptimalan Onpage dan menghasilkan daya boost berkali lipat lebih tinggi jika dipadu pengoptimalan Offpage.

Konten pilar - Strategi SEO Blog

Hal ini sudah berjalan beberapa tahun dan berhasil di tangan ahli. Dan sekarang hampir seperti sebuah hal wajib dalam SEO blog.

Pentingnya Konten Pilar

Beberapa saran terkait SEO menjelaskan bahwa mesin pencari meniru tingkah laku manusia dalam penilaian. Salah satunya, kemampuan menganalisa relevan atau tidak pertautan antar halaman. Khusus sekali untuk algoritma fred Google, disebut-sebut seperti manusia yang sedang membaca.

Mencoba dengan analogi.

Diri kita sendiri sebagai pembaca sebuah artikel, lengkap atau tidaknya sebuah artikel akan menjadi penilaian kita tentunya. Dan kita memahami, suatu materi memiliki kemungkinan besar tidak habis diulas dalam satu halaman. Dan akan gembira sekali mendapati dari halaman artikel yang sedang dibaca ada tautan menuju artikel lain yang melengkapi wawasan kita untuk suatu topik, halaman lain yang relevan dan berada pada satu domain situs. Kita akan menyukai situs itu.

Mesin pencari turut menyukai apa yang disukai pengguna internet dan meletakkannya di posisi atas.

Kita sering mendengar beberapa orang mengeluhkan: Algoritma fred yang di gunakan Google dengan kemampuan menganalisa relevansi materi dalam internal link membuat banyak situs jatuh dari posisi-nya di SERP. Sementara pelaku internal link building secara terstruktur menggunakan konten pilar justru sangat bersyukur bahwa: Algoritma fred ternyata sejalan dengan optimasi yang dijalankan.

Kunci Utama Konten Pilar

Pembentukan konten-konten utama sebagai pilar adalah sesuatu yang dimulai dari penggarisan outline, masa-masa awal perencanaan. Polanya adalah bagaimana setiap artikel  (lebih umumnya setiap halaman-halaman dalam blog) akan saling menunjang.

Itulah kenapa sebuah perencanaan blog benar-benar digaris bawahi di beragam panduan yang kita temui.

Konten utama akan menjadi bingkai dalam mengorganisir penargetan, dimana masing-masing post artikel tidak bekerja sendiri secara terpisah ketika meraih posisi pada term pencarian yang spesifik.

Sekaligus konten utama guna menjaga setiap halaman individual tidak berebut posisi dalam term pencarian yang sama.

Ketika masing-masing halaman di blog (yang merupakan post artikel) terorganisir dengan baik, mereka akan mendapat penugasan yang tepat. Sehingga fokus penargetan masing-masing akan menguatkan niche blog. Search engine mampu mencatat pola terstruktur ini ketika ia dideklarasikan dengan jelas secara kontekstual, hasilnya fokus topik dari blog dapat diidentifikasi mesin pencari.

Jadi, di sini kita berupaya menghindari penargetan satu term dengan banyak artikel. Satu term pencarian cukup dijangkau dengan satu artikel saja. Namun menjaga mereka untuk tetap membentuk relasi. Konten pilar akan menjadi penghubung agar terbentuknya relasi itu. Secara otomatis mesti memiliki otoritas yang menaungi beberapa halaman post dengan materi sejenis.

Bagaimana Konten Pilar Bekerja?

Konten pilar dianggarkan menjadi pemegang otoritas untuk beberapa artikel. Katakanlah konten utama sebagai pilar seperti datuk penghulu, ia diunggulkan dan diprioritaskan dari yang lain. Bertujuan untuk kemajuan yang lain juga.

Konten ini mesti yang paling berkualitas karena ia akan diberikan kedudukan tinggi. Secara sederhana siapkan artikel yang paling kuat, baik dari sisi SEO (search engine optimized), UX (user friendly ) juga dari sisi benefit. Diharapkan konten pilar akan mampu bersaing pada keyword bervolume tinggi.

Sekalipun memang tidak akan instan konten pilar memenangkan persaingan. Tapi mesti diyakini ia adalah konten yang mampu untuk bersaing.

Yoast SEO Blog menjelaskan. “Pilihlah konten yang Anda banggakan untuk menjadi CornerStone.” | Yoast SEO Explain

Konten yang menajadi pilar dibuat bertautan secara kontekstual dengan konten lain yang berada dalam naungannya. Penautan ini adalah dengan internal link dan relevansi materi —yang otomatis memiliki keterkaitan keyword. Harapannya di sini adalah membentuk laten.

Lihat juga: Cara Mulai Menulis Blog

Latensi akan seperti jangkar yang menautkan konten utama dengan konten di bawahnya. Ketika konten utama terangkat ke posisi yang baik di Search Engine Result Page, maka konten lain (dibawah naungannya) pun akan terangkat dengan otoritas yang ia miliki.

Sementara di sisi lain, kesempatan konten pilar untuk meningkat di halaman hasil pencarian menjadi tinggi karena kekuatan laten yang dimiliki membuat konten pilar mendapat highlight dari mesin pencari. Konten-konten yang berada di bawah naungan konten pilar akan menyangga agar ia tetap teratas.

Ketika seorang webmaster menggunakan jasa untuk pemaksimalan SEO Offpage, ini akan cukup efisien, ia hanya perlu fokus mendorong konten pilar ke atas dan yang lain terangkat bersamaan.

Cara Membuat Konten Pilar

Uniknya di sini, sebenarnya membuat konten pilar yang akan membentuk laten di dalam blog ternyata sederhana.

1. Rencanakan tema/ topik yang jelas

Topik utama blog, yang umum kita sebuat niche akan menjadi cikal pembentukan struktur. Dari niche-lah akan diturunkan topik-topik lain, sebagai toxonomi contoh: Tagged (tag post), Pelabelan (label post), Pengkategorian (category post) dan lain-lain. Untuk masing-masing topik turunan inilah dapat dibentuk calon konten yang kuat.

Related SEO article: Merencanakan Blog

2. Bekerja lebih untuk konten pilar

Konten pilar mesti benar-benar konten unggulan. Konsekwensinya, konten unggulan menuntut kerja lebih dari sang creator.

Menggunakan lebih banyak perhatian untuk riset kata kunci karena related dan long tail keyword dari konten pilar sangat mungkin akan digunakan lagi sebagai focus keyword untuk beberapa artikel lain.  Juga lebih dalam analisa kompetitor, trend, sekaligus pengumpulan materi dan referensi mesti lebih maksimal dari konten update biasa.

Related SEO article: Menulis Artikel SEO

3. Buat konten lain berdasar konten pilar

Di sini pembentukan struktur itu terjadi. Setelah memiliki konten pilar sebagai yang diunggulkan, terbitkan post lain guna memperjelas dan mendukung materi yang dibahas pada konten unggulan itu. Berikan internal link dari post update rutin ke konten pilar. Tata beberapa konten sebagai relasi, penjelas, atau sebagai pendukungnya.

Related SEO article: Optimasi Mesin Pencari

 

***

Catatan tentang Konten Pilar Dalam Strategi SEO Konten Terorganisir ini kami sadari jauh dari ulasan lengkap. Silahkan menambahkan atau membuka diskusi pada kolom yang tersedia di bawah. [mk|end]



BIla catatan merupakan artikel panjang, silahkan menggunakan menu paginasi halaman yang tersedia di bagian bawah kolom text reader ini guna mengakses part selanjutnya





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *